Cara kerja excavator adalah dengan memanfaatkan prinsip hidrolik serta kinerja ketiga komponen silinder. Cara kerja dari excavator yang utama adalah menggerakkan bucket sehingga dapat mengeruk bahkan mendorong sesuatu.
Excavator merupakan suatu alat berat dengan susunan lengan, tongkat yang seolah berfungsi sebagai bahu, serta keranjang yang digunakan untuk mengeruk. Alat berat yang serbaguna ini digerakkan oleh tenaga diesel yang terletak pada bagian atas track shoe atau roda rantai.
Alat berat ini dapat diandalkan untuk mengeruk tanah yang kering sekalipun. Oleh karena itu, keberadaan excavator banyak ditemukan di area pertambangan atau pengerukan dasar sungai.

Prinsip dan Cara Kerja Excavator
Saat ini, pembangunan yang terjadi di segala sektor telah berkembang dengan begitu pesatnya. Oleh karena itu, kehadiran berbagai alat berat untuk memperlancar kegiatan konstruksi bangunan sangat dibutuhkan, termasuk excavator.
Selain diandalkan untuk mengeruk, excavator juga digunakan untuk memuat material ke truk (loading), menggali tanah (digging), mengikis tebing, menghancurkan bangunan, mengangkat material, dan meratakan tanah.
Supaya berfungsi sebagaimana mestinya, excavator didesain agar bisa melewati segala medan. Oleh sebab itu, komponen yang dipasang pada excavator memiliki peran sendiri-sendiri namun saling berkaitan, agar tercipta performa yang optimal. Berikut adalah cara kerja excavator yang digerakkan dengan tenaga hidrolik.
Swing
Mekanisme dan cara kerja swing excavator yaitu dengan menggerakkan lever yang dapat membuka katup pada control valves. Fluida hidrolik yang berasal dari katup control valves akan menuju swing motor sehingga hidrolik excavator akan berputar dengan putaran tertentu, bahkan sampai 360 derajat.
Traveling Left Shoe
Pergerakan pada tahap ini dibagi menjadi 2 gerakan yakni, gerakan maju dan mundur yang diatur oleh katup control valves. Energi yang berasal dari pompa hidrolik akan diubah menjadi energi mekanis dengan bantuan travel motor. Kemudian gerakan mekanis tadi akan menggerakkan track shoes setelah sebelumnya memutar sprocket. Dari sinilah gerakan hidrolik excavator dihasilkan.
Raise-Down (Boom)
Gerakan ini dihasilkan oleh boom silinder, dimana prinsipnya adalah dengan menggerakkan lever di ruang operator sehingga katup antar boom raise dan boom down control valve yang terkoneksi dengan boom silinder, akan terbuka.
Gerakan mengangkat akan terjadi jika katup boom raise terbuka. Sedangkan boom raise akan melakukan pergerakan raise-down saat piston dari silinder boom ditekan. Pada saat inilah fluida akan mengalir dari klep boom raise.
Arm In-Out
Prinsip dan cara kerja arm excavator adalah tergantung dari arm cylinder, dimana gerakan yang terjadi diatur oleh klep arm in dan arm out. Pada prinsipnya, jika katup arm out terbuka sedangkan arm in tertutup, maka arm akan melakukan gerakan mengangkat. Begitu pula sebaliknya.
Bucket (Crawl-Dump)
Komponen yang bertugas melakukan gerakan ini adalah bucket cylinder. Cara kerjanya yakni mengatur pergerakan katup bucket crawl dan bucket dump.
Gerakan mengangkat diatur oleh katup bucket saat kondisinya terbuka, dan katup bucket crawl tertutup. Pada saat inilah fluida akan mengalir menekan piston bucket cylinder setelah melalui katup bucket dump. Posisi bucket menekuk terjadi saat kondisi katup bucket crawl dan dump berlaku sebaliknya.
Jenis-jenis Excavator di Berbagai Medan
Setelah mengetahui prinsip dan cara kerja excavator, maka Anda juga perlu mengenal jenis alat berat ini. Spesifikasi pekerjaan yang berbeda membutuhkan jenis alat penggali yang berbeda pula. Berikut adalah 2 jenis excavator yang sesuai dengan jenis dan kondisi pekerjaan.
- Crawler. Ciri excavator ini adalah memiliki bucket dengan ukuran kecil, rodanya berupa rantai besi menyerupai tank sehingga alat ini dapat dihadirkan dalam semua medan. Fungsi utamanya adalah memudahkan pengerukan tanah. Aktivitas yang membutuhkan crawler adalah seperti penambangan, penggalian parit, dan penataan lanskap. Jenis inilah yang paling populer di kalangan masyarakat karena versi standar excavator ini paling sering digunakan.
- Suction Excavator. Alat berat ini didesain dengan berbagai jenis kelengkapan sehingga bisa diandalkan untuk mengurangi potensi kerusakan di area yang mudah retak. Selain itu, vacuum atau suction excavator juga digunakan untuk menggali tanah dengan bidang yang mudah retak, mengerjakan pekerjaan bawah tanah, serta membersihkan puing. Meski diameter pipa hisapnya tidak lebih dari 30 cm, namun daya hisapnya cukup tinggi.
Pada prinsipnya, cara kerja excavator memang dirancang untuk pekerjaan penggalian dan pengerukan. Jika Anda membutuhkan sewa alat berat seperti excavator, maka Bina Rekayasa Anugrah adalah solusinya. Kunjungi web resmi Kami untuk mendapatkan informasi selengkapnya.